Islam : Antara Melayu dan Cina

June 1, 2005

Oleh: Dr. Mohd Asri Zainul Abidin (moasriza@yahoo.com)

Kadang kala penggunaan istilah yang salah boleh membawa kesan yang sangat buruk kepada kefahaman orang lain terhadap sesuatu perkara. Lebih malang lagi jika ianya membabitkan kefahaman orang terhadap agama. Dalam pemerhatian saya, antara fahaman yang buruk yang membabitkan agama ialah menjadikan melayu nama ganti kepada Islam, dan cina sebagai ganti kepada kafir. Maka ada orang melayu yang menyatakan kepada orang yang baru menganut Islam “masuk melayu”, atau kadang kala mereka sebut “bukan Islam, cina!!”. Seakan-akan bagi mereka cina mewakili kafir, melayu mewakili Islam. Sehingga lebih buruk lagi apabila mereka melebel sepanjang hayat seorang bukan muslim yang berbangsa cina jika menganut Islam sebagai muallaf, lebih buruk dalam loghat utara ‘mat loh’.

Seakan-akan hanya melayu sahaja yang dapat jadi muslim sejati, adapun seorang cina walau macamana kuat pun Islamnya, dia tetap dianggap sebagai menumpang atau ‘tidak asli’. Padahal banyak orang cina yang menganut Islam dan keislaman mereka begitu baik, dan berapa banyak pula orang melayu yang lahir dalam keluarga muslim, namun keislaman mereka harus dan wajar dipertikaikan.

Kain pelikat, baju melayu dan sampin bukan pakaian Nabi s.a.w. Namun orang melayu menganggap ianya pakaian berunsur agama, kerana ianya budaya melayu. Ya! Islam juga tidak menghalang budaya yang tidak menyanggahi nas-nasnya. Namun seketika dahulu orang melayu menganggap salah jika makan dengan ‘chopstick’, kerana ianya menyamai budaya orang cina. Walaupun tiada beza antara makan dengan chopstick dengan makan menggunakan sudu dan garpu Inggeris. Apa yang Nabi s.a.w. suruh ialah menyebut nama Allah, menggunakan tangan kanan dan makan bahagian yang sudah diperuntukkan, atau yang hampir. Ini seperti sabda Nabi s.a.w kepada ‘Umar bin Abi Salamah waktu dia hendak makan, ketika itu dia masih kecil:

“Wahai budak! Sebutlah nama Allah, makan dengan tangan kananmu dan makan apa yang dekat denganmu”.

[Riwayat al-Bukhari dan Muslim]

Orang melayu akan suruh orang cina yang menganut Islam menukar nama mereka, lalu diganti dengan nama arab. Seakan nama seperti Ah Chong, Ah Seng, Lim, Koh, mewakili kekufuran. Mungkin kerana tidak berbunyi arab, lalu orang melayu rasa janggal. Malangnya orang melayu tidak merasa janggal dengan nama Awang, Leman, Seman dan yang seumpamanya yang semuanya bukan bahasa arab. Bahkan banyak nama melayu yang tidak ada makna pun dalam bahasa arab. Lebih daripada itu, ada yang maknanya buruk jika diterjemahkan ke dalam dalam bahasa arab. Pun tidak mengapa kerana itu nama-nama pilihan melayu. Apakah melayu itu Islam, Islam itu melayu? Nabi s.a.w sendiri tidak menyuruh mereka yang menganut Islam pada zaman baginda mengubah nama, melainkan nama-nama yang membawa makna yang tidak baik. Nama ‘Umar itu sejak zaman jahiliyyah lagi dan itulah namanya apabila dia menganut Islam. Demikian juga kebanyakan para sahabah yang lain. Saya tidak membantah orang cina yang ingin mengubah nama. Apatah lagi jika dengan mengubah nama itu menjadikan mereka kelihatan hampir dengan masyarakat Islam di seluruh peringkat. Namun mereka mesti diberi pilihan. Jika mengubah nama menjadikan orang cina yang non-muslim takut untuk menganut Islam, seakan terbuang dari keluarganya yang asal dan hilang hubungan kerabat, apa salahnya mereka kekal dengan nama asal? Jika Awang boleh kekal, mengapa Ah Chong tidak?

(more…)

Hadis Empat Puluh - hadis no. 40

May 26, 2005

Sambungan Hadis Empat Puluh - hadis no. 36

Hadis ke 40 menyentuh tentang bagaimana seharusnya sikap seseorang muslim itu terhadap kehidupan di dunia ini.

Hadis no. 40
[IIUM website]

Dari Ibn Umar r.a., katanya : “Rasulullah SAW telah memegang bahuku dan bersabda : ‘Anggaplah dirimu di dunia ini sebagai seorang perantau, atau pengembara.’ Maka Ibn Umar berkata : “Jika engkau berada di waktu petang, maka janganlah engkau menunggu pagi. Dan jika engkau berada di waktu pagi maka janganlah engkau menunggu petang. Gunakanlah waktu sihatmu sebelum datang waktu sakit. Dan gunakanlah waktu hidupmu sebelum datang waktu mati. “

Download klip audio di sini. [.mp3, 2.08MB].

Let’s memorize it by heart! ;)

Jesus is but His prophet and servant

May 24, 2005

After the people saw the miraculous sign that Jesus did, they began to say, “Surely this is the Prophet who is to come into the world.
Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.

[John 6:14]

When Jesus entered Jerusalem, the whole city was stirred and asked, “Who is this?” The crowds answered, “This is Jesus, the prophet from Nazareth in Galilee.”
Dan ketika Ia (Yesus) masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazareth di Galilea.”

[Matthew 21:10-11]

When the chief priests and the Pharisees heard Jesus’ parables, they knew he was talking about them. They looked for a way to arrest him, but they were afraid of the crowd because the people held that he was a prophet.
Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

[Matthew 21:45-46]

They stood still, their faces downcast. One of them, named Cleopas, asked him, “Are you only a visitor to Jerusalem and do not know the things that have happened there in these days?” “What things?” he asked. “About Jesus of Nazareth,” they replied. “He was a prophet, powerful in word and deed before God and all the people.
Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

[Luke 24:18-20]

Men of Israel, listen to this: Jesus of Nazareth was a man accredited by God to you by miracles, wonders and signs, which God did among you through him, as you yourselves know.
Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

[Acts 2:22]

The God of Abraham, Isaac and Jacob, the God of our fathers, has glorified his servant Jesus. You handed him over to be killed, and you disowned him before Pilate, though he had decided to let him go.
Allah (tuhan) Abraham, Ishak dan Yakub, Allah (tuhan) nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.

[Acts 3:13]

Now, Lord, consider their threats and enable your servants to speak your word with great boldness. Stretch out your hand to heal and perform miraculous signs and wonders through the name of your holy servant Jesus.
Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.

[Acts 4:30]

Who are the chosen people of God?

May 23, 2005

Tahu tak kenapa bangsa Yahudi adalah bangsa yang paling termaju, terkaya, ternama dan segala macam ‘ter’ lagi pada hari ini? Kerana ayat ini:

For you are a people holy to the LORD your God. The LORD your God has chosen you out of all the peoples on the face of the earth to be his people, his treasured possession. The LORD did not set his affection on you and choose you because you were more numerous than other peoples, for you were the fewest of all peoples. But it was because the LORD loved you and kept the oath he swore to your forefathers that he brought you out with a mighty hand and redeemed you from the land of slavery, from the power of Pharaoh king of Egypt.
Sebab engkaulah umat yang kudus (suci) bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu - bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? - tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

[Deuteronomy 7:6-8]

Sejak kecil, anak-anak mereka diajar bahawa bangsa Yahudi adalah sebuah bangsa yang dipilih oleh Tuhan. Sebagai sebuah bangsa terpilih, mereka perlulah menjadi sebuah bangsa yang terbaik, dan sepatutnya menjadi pemimpin segala bangsa di dunia. Hasil didikan inilah, hari ini kita melihat bangsa Yahudi mendahului segala bangsa dalam segenap bidang: ekonomi, pendidikan, politik, ketenteraan, teknologi dan sebagainya. You name it.

Mereka adalah golongan kapitalis yang memberi pekerjaan kepada berjuta-juta manusia di dunia pada hari ini.

Firman Allah di dalam Al-Quran:

Ye are the best of peoples, evolved for mankind, enjoining what is right, forbidding what is wrong, and believing in God. If only the People of the Book had faith, it were best for them: among them are some who have faith, but most of them are perverted transgressors.
Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman). Dan kalaulah Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu beriman (sebagaimana yang semestinya), tentulah (iman) itu menjadi baik bagi mereka. (Tetapi) di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka: orang-orang yang fasik.

[’Ali-Imran 3:110]

Di dalam ayat ini, Allah telah mengangkat martabat umat Islam sebagai sebaik-baik umat yang dijadikan untuk sekalian umat manusia sehingga ke akhir zaman. Namun, masih tidak ramai yang menyedari potensi besar yang telah Allah janjikan kepada kita dalam ayat ini. Pengajaran ayat yang selalu diterapkan sejak kita kecil pula hanya banyak berkisar soal ‘Amar Ma’ruf Nahi Munkar’ sahaja tetapi amat kurang sekali ditekankan agar menjadi umat yang maju dalam segala bidang, jauh sekali mendahului bangsa lain di dunia. Ekonomi? Politik? Teknologi? You name it. Hanya sejauh itukah kemampuan ’sebaik-baik umat’ sebagaimana yang sepatutnya difahami dan dipraktikkan daripada ayat tersebut?

Kebanyakan kita pula adalah golongan yang bekerja untuk orang lain (makan gaji). ;)

Tuhan Islam kejam!

May 20, 2005

Artikel oleh: Hafiz Firdaus Abdullah [website]

“Tuhan Islam kejam!” komen salah seorang kenalan saya.

“Kenapa anda beranggapan demikian?” saya bertanya, kehairanan.

“Bukankah semua kesalahan kecil atau besar, sedikit atau banyak, akan dihukum dosa dan diazab di dalam neraka?”

“Oooh begitu, teruskan…”

“Setelah itu mereka akan kekal di dalam neraka kerana di dalam al-Qur’an disebut bahawa semua penghuni neraka akan kekal di dalamnya, tidak ada yang keluar daripadanya.”

“Itu hanyalah pada pandangan anda” komen saya secara ringkas, cuba untuk membetulkan salah fahamnya.

“Bukan pandangan saya tetapi pandangan al-Qur’an dan inilah yang diajar kepada saya tentang Islam sejak dari kecil. Pandangan Bible jauh berbeza dengan pandangan al-Qur’an. Di dalam Bible, Tuhan adalah Maha Pengampun dan Pengasih. Siapa sahaja yang percaya kepada Jesus akan memperoleh keselamatan dan mereka akan dimasukkan ke dalam syurga sekalipun di dunia pernah melakukan pelbagai kesalahan.”

“Adakah atas sebab ini anda meninggalkan Islam dan memilih agama Kristian?”

“Ada beberapa sebab lain tetapi inilah antara yang utama.” Demikian pengakuan kenalan saya yang telah memeluk agama Kristian sejak lebih kurang dua tahun lebih.

ADAKAH INI KES TERPENCIL?

Salah faham di atas bukanlah kes terpencil bagi kenalan saya sahaja tetapi boleh dikatakan meluas di kalangan kebanyakan orang Islam. Sememangnya dari kecil kita diperkenalkan kepada Allah sebagai tuhan yang menghukum dan mengazab. Bukan itu sahaja, kita sering digeruni dengan perkataan “dosa” dan “neraka” terhadap apa sahaja perintah larangan agama.

Perkara ini masih berlaku sehingga kini. Anak saya sendiri yang baru di darjah satu tidak mengenal Allah dan Islam melainkan dosa dan neraka. Pernah sekali gurunya mengajar bahawa “Sesiapa yang menghafal nama-nama Allah akan masuk syurga, sesiapa yang tidak akan masuk neraka.” Pucat muka anak saya sekembalinya dari sekolah. Bukan sekadar itu sahaja, hampir semua ajaran agama dikaitkan dengan dosa dan neraka… “Siapa tak tahu baca al-Qur’an masuk neraka” , “Siapa malas sembahyang masuk neraka” , “Siapa sembahyang cincai berdosa” , “Siapa tak puasa hari ini masuk neraka” , “Siapa buat jahat masuk neraka” dan begitulah seterusnya.

Guru-guru yang mengajar agama menganggap demikian adalah konsep yang efektif untuk memastikan anak murid mereka mempraktikkan perintah larangan agama. Ini bukanlah salah mereka kerana guru-guru mereka sendiri sebelum itu, generasi demi generasi, telah mengajar agama dengan konsep “menggerunkan anak murid” mereka. Konsep ini pada zahirnya mungkin efektif tetapi pada hakikat ia hanyalah cara mudah untuk memaksa anak murid mempraktikkan agama. Anak-anak murid ini sepanjang hayat akan mempraktikkan perintah larangan agama tanpa apa-apa kefahaman dan penghayatan, kecuali sebahagian daripada mereka yang terbahagi kepada dua kumpulan. Pertama adalah mereka yang mengambil inisiatif sendiri untuk mengkaji agama sehingga akhirnya mereka dapat memahami dan menghayati agama secara benar. Kedua adalah mereka yang menjadi mangsa kepada strategi dakwah Kristian yang memanfaatkan kelemahan konsep “Tuhan Maha Penghukum dan Pengazab” dengan konsep mereka “Tuhan Maha Pengampun dan Pengasih.”

(more…)

Lectures by Bro. Yahya Adel Ibrahim

May 18, 2005

Aku nak rekomen satu link to series of lectures by our brother in Islam, Yahya Adel Ibrahim. Dia pernah bagi talk on “What else can we do for Islam” dan “Can I be cool and muslim?” yang dianjurkan oleh Khalifah Institute di sekitar KL dalam sebulan lepas.

Klik sini untuk dengar! (opens a new window)

Bro Yahya Adel Ibrahim

Of Egyptian descent, Yahya Adel Ibrahim, was born in Waterloo, Ontario Canada. He began memorizing the Quran at the age of 16 and finished 20 months later receiving an Ijaazah. He began lecturing at the main mosques in Toronto at the age 17.

In his quest for authentic, classical Islamic knowledge he has traveled to meet and study with some of the most prominent scholars of our era. He is a regular lecturer to Muslim and non-Muslim audiences throughout the world and often conducts youth camps too. He is currently based in Perth, Western Australia where he works as a religious advisor and senior staff member of Australian Islamic College, the biggest Islamic school in Australia. Brother Yahya is a graduate of the University of Toronto, Canada (Geology and Geographic Information Systems) and a student of Education and Behaviour Management.

Aku baru dengar satu klip audio. Rasa macam nak download dan habiskan dengar semua klip audio tu all in one day. :D

Addendum:
Tips on memorizing the Quran by Bro. Yahya Adel Ibrahim, download audio clip here [.mp3, 1.0 MB]

I’m leaving soon

Akhirnya dapat jugak keberanian untuk bagitau my immediate boss about my plan to resign. It’s not an easy thing to do man, especially when you got these very-very nice people around you to work with. Everything is just too good to leave for. Aku tak pasti sama ada this is the right time to do so. But one thing i know for sure, lebih lama aku ambil masa untuk berfikir, the harder it will be to decide. And probably the longer it will take me to accomplish ‘it’. I’ve been working here for, ermm..more than 2 years. So dah tentulah banyak perkara yang aku takkan boleh lupakan especially kawan-kawan aku kat sini. Dah macam adik-beradik dah. cewah!

He has nothing much to say about it. Cuma, dia ingatkan dalam masa lebih kurang sebulan lebih ni, buatlah yang terbaik. Mana-mana kerja yang belum sempurna tu, sempurnakanlah. Jangan sampai bila dah takda nanti, orang cakap-cakap belakang kita pulak. Kita orang jawa, kalau masuk cara baik keluar pun kena baik jugak. ;)